Tips Copywriting untuk Meningkatkan Penjualan

Apa itu Copywriting?

Copywriting merupakan teknik penulisan untuk mengajak pembaca agar mengikuti instruksi atau perintah dari tulisan yang Anda buat (disebut Copy). Tujuannya agar calon Pembeli dapat terpengaruh untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.

Tujuan dari copywriting sendiri adalah bagaimana Anda dapat menyampaikan informasi dan pesan dari suatu produk dan merek Anda kepada calon Pembeli dengan media tulisan yang efektif, selengkapnya di bawah ini:


Dengan penyajian pesan yang persuasif dan efektif, copywriting dapat membantu bisnis Anda untuk meningkatkan engagement, memengaruhi calon Pembeli untuk segera membeli produk yang tentunya akan meningkatkan penjualan, dan juga membangun hubungan baik dengan Pembeli Anda. Maka dari itu, dibutuhkan pengetahuan untuk menulis copy yang dapat menumbuhkan rasa penasaran pada calon Pembeli sehingga mereka memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang produk Anda hingga akhirnya melakukan pembelian.

Pentingnya Copywriting untuk Meningkatkan Penjualan

Perbedaan copywriting dengan tulisan biasa adalah sifatnya yang lebih persuasif persuasif untuk meningkatkan efektivitas promosi dengan tujuan akhir yaitu menghasilkan konversi. Oleh karena itu, tulisan yang dibuat memerlukan formula copywriting yang baik dan benar.

Seorang penulis copy atau Copywriter harus memahami keadaan calon Pembeli untuk dapat merangkai kata-kata menjadi tulisan yang menarik sehingga dapat meningkatkan penjualan produk atau layanan secara efektif.


Copywriting merupakan jembatan yang menjadi jalan utama bagi calon Pembeli untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan yang dapat diaplikasikan di berbagai media dan platform, seperti iklan, kemasan produk, papan billboard, kartu ucapan terima kasih, media sosial, situs, hingga fitur-fitur social marketing yang ada di Shopee, seperti Shopee Video dan Shopee Live.

Tanpa memahami teknik copywriting, Anda hanya akan menulis tanpa memerhatikan apa yang disampaikan pada calon Pembeli, sehingga pembaca tidak akan tertarik dengan konten serta produk yang Anda jual. Untuk membuat tulisan yang menarik calon Pembeli, Anda harus memahami tentang produk atau jasa yang Anda jual baik mengenai fitur, kelebihan, manfaat produk, dan solusi apa yang dapat diberikan dari produk Anda.

Jenis-Jenis Teknik Copywriting

Ada banyak teknik copywriting yang dapat Anda praktikkan dengan mudah meskipun sebelumnya Anda belum pernah membuat copy. Yuk, kita pelajari selengkapnya di bawah ini:


  1.  Teknik Copywriting AIDA

Anda dapat membuat konten tulisan dengan teknik copywriting AIDA yang terdiri dari empat komponen, yaitu: Attention/Awareness (perhatian), Interest (ketertarikan/minat), Desire(kebutuhan/keinginan), dan Action (aksi/perintah). Berikut ini langkah-langkah menerapkan formula menulis dengan teknik copywriting AIDA:

Dalam menerapkan teknik copywriting AIDA, Anda dapat menyajikan konten tulisan menggunakan buyer persona (karakteristik atau kepribadian calon Pembeli) dengan memberikan solusi terhadap masalah yang dialami oleh calon Pembeli sehingga membuat calon Pembeli menginginkan penawaran yang Anda buat. Selanjutnya, arahkan calon pembeli dengan CTA (call to action), yaitu dengan menggunakan kata-kata aksi (misalnya seperti kata, “dapatkan”, “segera”, “nikmati”, “maksimalkan”, “rasakan”, dan sebagainya) dan membuat kalimat ajakan yang dapat memengaruhi calon Pembeli melakukan transaksi di toko Anda. Perhatikan contoh copywriting dengan teknik copywriting AIDA di bawah ini:

Pada saat melakukan sesi streaming di Shopee Live, Anda dapat menerapkan Attention pada judul streaming untuk menarik perhatian calon Pembeli. Selanjutnya, Interest, Desire, dan Action bisa diletakkan pada deskripsi. Selain itu, Anda dapat menyediakan naskah/outlinestreaming untuk host dengan membuat copy dan menerapkan elemen Interest, Desire, serta Action yang dapat dijelaskan pada saat sesi streaming berlangsung.

Setelah Anda memahami formula dan tips dalam menerapkan teknik copywriting AIDA, Anda dapat mempraktikkan dan jangan lupa untuk menggabungkan elemen-elemen AIDA secara berurutan agar hasil tulisan Anda menjadi terstruktur dan rapi. Pastikan untuk membuat copywriting yang efektif dengan menyertakan kualitas produk serta nilai tambah dari produk yang menjadi solusi dari permasalahan tersebut.


  1. Teknik Copywriting Storytelling

Selanjutnya adalah teknik copywriting storytelling. Teknik ini sudah cukup banyak digunakan oleh para Penjual untuk mempromosikan produknya. Hal ini dikarenakan jenis konten seperti ini sangat mudah untuk memengaruhi pembacanya. Dengan metode bercerita yang mengalir dan soft selling, calon Pembeli bahkan tanpa disadari akan terpengaruh dan berakhir dengan melakukan transaksi.

Perhatikan contoh penerapan teknik copywriting storytelling di bawah ini yang bercerita tentang orang lain, dimana dalam konteks ini calon Pembeli Anda merupakan remaja penggemar boyband Korea.

Copywriting dan cerita (storytelling) dapat memberikan hasil yang Anda inginkan. Anda dapat menciptakan alur cerita dalam tulisan. Umumnya, storytelling digunakan dalam membuat caption, artikel, atau postingan media sosial. Konten dengan tulisan yang mengandung alur cerita mampu membuat pembaca lebih tertarik untuk membaca tulisan hingga akhir.


  1. Teknik Copywriting 4C

Pada teknik copywriting 4C (Clear, Concise, Compelling, dan Credible), Anda dapat berkomunikasi dengan calon Pembeli dengan memahami apa yang diinginkan/dibutuhkan dan sesuaikan dengan gaya bahasa dari calon Pembeli. Berikan daya tarik dalam tulisan dengan memberi tahu manfaat dari produk Anda sehingga menjadi solusi terbaik untuk calon Pembeli. Berikutnya, berikan pembuktian nilai tambah dari produk dan pastikan calon Pembeli tidak merasa ragu maupun khawatir dengan kualitas dari produk Anda. Anda dapat menyajikan testimoni/review produk dengan foto, video, maupun data pengujian produk.

Perhatikan contoh penerapan teknik copywriting 4C di bawah ini:

  1. Teknik Copywriting PAS

Diawali dengan menganalisis apa yang dirasakan atau dibutuhkan oleh calon Pembeli yang sebelumnya sudah Anda tentukan. Kemudian, cari tahu permasalahan yang dialami oleh calon Pembeli. Bayangkan, apa Anda pernah membaca sesuatu yang tidak relevan dengan Anda? Pasti Anda enggan untuk melanjutkan membaca, bukan? Dari kedua komponen ini, Anda dapat membuat konten tulisan yang dapat memberikan solusi dari masalah yang relevan dengan calon Pembeli Anda.


  1. Teknik Copywriting Formula BAB

Dengan teknik copywriting BAB (Before, After, dan Bridge), Anda dapat membuat tulisan dengan menggambarkan keadaan saat ini, lalu dilanjutkan dengan menggambarkan masa yang akan datang yang menjadi goals (impian) dari calon Pembeli. Di akhir, Anda dapat menjelaskan dalam tulisan bagaimana produk Anda dapat membantu permasalahan mereka saat ini.

Copywriting untuk Social Marketing Anda

Berkomunikasi dengan calon Pembeli melalui media atau platform manapun dibutuhkan copywriting untuk memengaruhi calon Pembeli. Dengan menggunakan teknik copywriting saat menulis, konten atau tulisan yang Anda gunakan akan terdengar lebih “menjual”, karena tujuan digunakannya teknik copywriting memang untuk menghasilkan konversi. Pahami media dan platform tempat di mana Anda memasarkan atau menjual produk Anda dengan baik. Lalu, pilih media dan platform yang dekat dengan calon Pembeli Anda.

Judul, harga produk, deskripsi produk, halaman kategori, penawaran promo, banner toko, dan media berjualan di Shopee, seperti Shopee Live dan Shopee Video, semua ini bisa menjadi tempat di mana keterampilan menulis Anda dapat membantu menghasilkan lebih banyak penjualan.


Tujuan dari copywriting dalam social marketing adalah untuk menguraikan dengan jelas manfaat produk Anda sekaligus membantu peringkat toko online Anda lebih baik di mesin pencari.


Copywriting pada Halaman Produk

Pada halaman produk, terdapat bagian informasi produk yang dapat Anda maksimalkan dengan copywriting yang efektif untuk membuat produk Anda terlihat lebih menarik untuk calon Pembeli.

  1. Judul Produk

Nama produk yang akurat akan membantu calon Pembeli menemukan & mempelajari produk Anda dengan mudah dan jelas. Nama produk yang baik juga dapat meningkatkan exposure produk pada halaman hasil pencarian.


Gunakan nama produk dengan kombinasi 3 sampai 4 kata untuk mewakili produk tersebut dengan format: Merek + Spesifikasi + Modul Produk + Ukuran. Lihat contoh di bawah ini:




Hindari menggunakan penulisan judul dengan huruf kapital, simbol yang tidak relevan, serta kata sifat, seperti “Paling Murah”, “Viral”, “Produk Lucu”, dan sebagainya yang membuat penulisan judul produk Anda terlihat kurang profesional.


  1. Harga Produk

Mencantumkan harga dengan strategi copywriting yang tepat akan membuat produk Anda semakin dilirik oleh calon Pembeli. Simak tips strategi penulisan harga yang tepat untuk mengoptimalkan social marketing Anda dan meningkatkan penjualan!

  1. Deskripsi Produk

Judul dan deskripsi Produk yang dikombinasikan dengan baik dapat membantu produk Anda untuk muncul di halaman pencarian yang mengarah langsung ke produk Anda di toko Shopee. 


Tampilkan rincian produk secara jelas dan gunakan kata kunci (keyword) dan hashtag yang relevan. Usahakan agar semua poin dan elemen utama produk yang dijual lengkap dijelaskan dalam deskripsi tersebut. Bila perlu, tambahkan bonus aksesoris (jika ada) agar lebih meyakinkan calon Pembeli untuk bertransaksi di toko Anda.

Deskripsi produk yang lengkap mencantumkan spesifikasi, fitur, informasi pilihan ukuran produk secara lengkap, dan keuntungan produk untuk meyakinkan Pembeli melakukan transaksi.


Jangan lupa untuk menambahkan frasa persuasif, seperti “Pesan sekarang!” atau “ Stok terbatas!”. Dengan frasa seperti ini, Pembeli tidak akan mau melewatkan produk yang Anda tawarkan. Hindari menyalin deskripsi produk toko Anda pada platform lain.


  1. Foto Produk

Dari kedua gambar berikut, mana kira-kira yang membuat Anda tertarik untuk membeli produknya?

Gambar tanpa copywriting tidak memiliki konteks yang jelas, sehingga akan sulit untuk calon Pembeli agar mengerti apa maksud dari gambar yang dipublikasikan.



Tidak hanya tulisan dalam gambar, namun tulisan yang melengkapi gambar juga penting, seperti caption pada postingan media sosial atau deskripsi produk. Jika melihat gambar yang menarik, calon Pembeli pasti akan lanjut membaca caption/deskripsi produk untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai produk yang dilihat.


Selain itu, Anda juga dapat menyampaikan keunggulan dari produk. Gunakan judul yang singkat, namun menggambarkan produk Anda dengan jelas.


Copywriting untuk Iklan /Promosi

Untuk menarik Pembeli melalui Iklan atau Promosi, tentunya Anda mempunyai penawaran khusus yang ingin disampaikan. Sebagai contoh, judul FOLLOW, COMMENT, AND WIN’ di gambar menggunakan ukuran tulisan yang besar, tebal, dan menggunakan huruf kapital, sehingga menarik perhatian calon Pembeli.



Setelah melihat gambar, selanjutnya calon Pembeli dapat membaca caption untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai promo yang berlangsung.


Copywriting untuk Landing Page

Landing page adalah istilah untuk halaman dalam suatu situs. Anda dapat membuat copywriting yang menarik pada landing page untuk menarik perhatian Pembeli. Simak penjelasannya di bawah ini:



Copywriting untuk Media Sosial

Pada zaman sekarang, banyak merek yang beralih dari offline ke online, sehingga penggunaan media sosial untuk suatu merek sangat umum. Mulai dari edukasi produk, rekomendasi produk, hingga konten engagement pasti di-posting melalui media sosial.


Biasanya, postingan akan dipisah menjadi beberapa slide agar informasi yang diterima dapat dibaca dengan mudah. Dimulai dengan headline atau judul dari konten di slide pertama, lalu dilanjutkan dengan membuat isi konten di slide berikutnya. Pastikan Anda menggunakan CTA di gambar yang mengarahkan Pengguna untuk menuju toko Anda, seperti pada gambar di atas.


Pada caption, Anda dapat membuat kalimat tanya sebagai kalimat pembuka dengan tujuan meningkatkan interaksi antara Penjual dengan calon Pembeli, serta untuk mendapatkan data insight postingan jika dibutuhkan.




Apabila produk yang Anda jual masuk dalam kategori retail, menggunakan kalimat dengan penawaran langsung bisa mendorong lebih banyak aksi dibandingkan dengan menggunakan copywriting yang panjang.



Selanjutnya, Anda dapat membagikan kutipan tokoh terkenal di caption. Dengan menggunakan kutipan, Anda bisa meningkatkan interaksi.


Selain itu, Anda dapat menggunakan gimmick, tetapi, tidak semua marketing buzzwords (kata-kata yang sedang populer) bisa digunakan dengan efektif. Dengan memanfaatkan apa yang sedang populer saat ini, Anda bisa mengeksploitasi kepopuleran produk Anda.

Tips Jitu Hipnotis Pembeli dengan Copywriting

Pahami Produk Anda dengan Baik

Pahami apa yang membuat produk Anda unik dan berbeda dari produk kompetitor lainnya, serta pahami manfaat apa saja yang bisa diberikan dari produk Anda. Di antara kedua caption media sosial yang menjual parfum ini, tentu kebanyakan orang akan memilih produk B.

Perlu diingat, copywriting adalah cara kita berkomunikasi dengan calon Pembeli melalui tulisan. Jadi, Anda harus mengenal tidak hanya calon Pembeli Anda saja, tetapi juga produk Anda dengan baik. Berikut contoh poin-poin yang dapat Anda sampaikan melalui copywriting Anda.

  1. Apa saja fitur-fiturnya?
  2. Apa saja manfaat produknya?
  3. Bagaimana produk/jasa Anda dapat menyelesaikan permasalahan calon Pembeli?


Perhatikan contoh penulisan fitur dan manfaat pada produk mangkok keramik di bawah ini:


Mungkin sebagian dari Anda bertanya, apakah wajib menulis fitur dan manfaat juga? Jawabannya adalah tergantung dengan target pasar Anda. Apa yang calon Pembeli pertimbangkan saat ingin membeli produk atau jasa Anda perlu dicantumkan di dalam copywriting Anda.


Mengetahui Apa yang Diinginkan Target Pasar

Tujuan dari copywriting adalah untuk memberitahu keuntungan yang akan didapatkan calon Pembeli ketika menggunakan produk yang Anda tawarkan. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui apa yang dibutuhkan oleh target pasar Anda dan masalah yang dihadapi , sehingga Anda dapat menawarkan solusi untuk mereka. 


Sebagai contoh, Anda menjual produk makanan, masalah dari calon Pembeli yang sesuai dengan produk Anda adalah saat calon Pembeli merasa lapar. Maka Anda bisa menawarkan solusi dari masalah tersebut.


Tunjukkan juga keunggulan dari produk makanan yang Anda jual. Apakah produk makanan Anda mudah untuk dibuat? Apakah rasanya enak? Pastikan semua keunggulan dan informasi dari produk tersampaikan dengan baik agar dapat menarik perhatian calon Pembeli. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan bahasa yang sesuai dengan target pasar Anda. Perhatikan contoh di bawah ini:

Kalimat seperti ini mungkin lebih cocok ditujukan ke Pembeli dari generasi milenial dan Gen Z tapi tidak untuk generasi baby boomers. Jadi, pastikan Anda mengetahui target pasar Anda terlebih dahulu sebelum membuat copywriting agar konten tepat sasaran.


Posisikan diri sebagai Pembeli dengan Menggunakan Empati

Sebagai penulis copy (copywriter), kita harus menempatkan diri sebagai Pembeli. Pahami masalah yang calon Pembeli hadapi berikan kesan bahwa Anda memahami masalah mereka, dan tunjukkan bahwa Anda memiliki solusi melalui produk yang Anda tawarkan. Terdapat 3 pemicu emosiyang sering dipakai saat membuat copywriting, yaitu:

1. Empati

  1. “Saya mengerti banget yang kamu rasain, maka dari itu….”

2. Pain Point

  1. “Apakah kamu sering mengalami masalah seperti ini?”
  2. “Kesulitan mencari ide saat membuat konten media sosial?”
  3. “Bingung bagaimana caranya membuat kulit wajah sehat tanpa jerawat?”

3. Harapan

  1. “Coba bayangkan kalau kamu bisa meningkatkan omzet tanpa perlu menambah budget iklan…”


Membuat Calon Pembeli Penasaran

Umumnya dalam copywriting, ada 3 hal yang wajib ada dalam komponen konten, yaitu headline/title (judul), subheadline/sub-title (sub judul), dan diakhiri dengan kalimat ajakan (CTA/call to action).


Sebuah studi menyatakan, bahwa mayoritas orang membaca suatu konten dengan alur membentuk pola huruf F. Pastikan headline pertama mengandung kata-kata yang paling penting. Anda bisa meletakkan nominal diskon atau promosi pada headline pertama.


Pada bagian subheadline, Anda bisa mencantumkan informasi lebih lanjut mengenai promosi yang ditawarkan. Terakhir, gunakan CTA singkat dan jelas yang membuat calon Pembeli tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai produk. Misalnya kalimat seperti, “Daftar sekarang!”, “Cari tahu lebih lanjut”, “Dapatkan diskon hanya hari ini!”, “Buy Now!”, dan sebagainya.


Menulis dengan Rima

Rima adalah pengulangan bunyi. Saat membuat copywriting, pastikan Anda menggunakan kata-kata yang mudah dicerna, efektif, dan berirama agar lebih menarik bagi calon Pembeli. Contohnya, “Dari Posting jadi Closing!”, “Expedisi X, barang sampai lebih cepat, ongkir lebih hemat”, dan sebagainya.


Menyelipkan Humor atau Romansa

Anda dapat menyajikan konten copywriting dengan menyelipkan unsur humor maupun romansa agar membekas di benak pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Program Cashback XTRA, Gratis Ongkir XTRA, dan Keuntungannya

Apa itu Promo Shopee?

Mengelola dan Meninjau Kinerja Promo Toko